Selasa, 06 April 2021

Resume Ke 1 Belajar Menulis

 

Ketika Ide datang menyapa, sambutlah…

Malam yang dilanda gerimis, dan jaringan internet yang timbul tenggelam tidak menyurutkan semangatku untuk mengikuti pertemuan pertama pelatihan menulis gelombang 18 di grup WA. Dengan niat ingin menjadi penulis seperti teman-teman yang telah menerbitkan bukunya, saya mengikuti materi dengan seksama, berharap tidak ada kata apalagi kalimat terlewatkan yang disampaikan oleh narasumber.

Dalam kegiatan ini kami ditugaskan untuk menulis resume materi setiap pertemuan demi melatih keterampilan menulis peserta. Karena tanpa latihan yang cukup tidak mungkin untuk mendapatkan tulisan yang berkualitas dan enak dibaca. Bagiku, menulis resume terasa berat, itulah mengapa selama mengikuti gelombang 17 saya tidak pernah sekali pun mencoba menulis resume. Ada rasa tidak percaya diri untuk menampilkan tulisan saya dibaca oleh orang lain. Merasa bahwa apa yang saya tulis itu buruk. Namun setelah saya mengikuti kegiatan opening pelatihan menulis gelombang 18, saya berusaha mengumpulkan rasa percaya diri untuk bisa menampilkan tulisan seburuk apapun itu, dengan harapan ada masukan dari pembaca untuk kemajuan tulisan saya.

Menulis menjadi sebuah tantangan bagi saya. Tahun 2019 melalui kegiatan Sagusaku yang diadakan oleh IGI kota Parepare, saya telah menerbitkan sebuah novel dengan judul “April Bukan Bulan”, kemudian di tahun 2020 ikut lagi kegiatan pelatihan menulis bareng sehingga melahirkan sebuah buku antologi kumpulan cerpen “Perempuan yang Menjeda Kenangan”. Namun, ada yang mengganjal dihati saya. Saya memiliki keinginan untuk bisa menerbitkan sebuah buku non fiksi. Maka saya pun mulai mencari kanal-kanal pelatihan supaya bisa belajar tentang cara menulis buku non fiksi.

Di Malam pertama saya mengikuti kegiatan pelatihan menulis di grup WA Belajar Menulis Gelombang 18, kulalui dengan rasa deg-degan, jantung berdegup kencang serasa jatuh cinta kepada seorang perjaka untuk pertama kalinya. Yaa, saya memang telah jatuh cinta malam ini. Saya jatuh cinta kepada dunia kepenulisan, saya ingin menjadi seorang penulis dengan sejuta karya yang bisa dikenang oleh orang lain, memiliki harapan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain melalui tulisan- tulisan yang saya buat. Sehingga dengan penuh semangat saya mencermati kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh narasumber melalui voice note.

Narasumber malam ini, adalah seorang yang sangat inspiratif. Beliau adalah Dra. Sri  Sugiastuti,. M.Pd. yang lebih sering disapa Bu kanjeng. dilahirkan  di  Semarang  8  April  1961, dari pasangan  Sugiman- Hj Sri Yatminten. Beliau pernah belajar di UNS tahun 1980-1984,  FKIP Bahasa Inggris, setelah jeda melanjutkan ke S2 di UMS Surakarta tahun 2007-2010. Saat ini beliau diamanahi  sebagai  Kepala  SMK  Tunas Pembangunan 2  Surakarta.

Beberapa buku telah beliau terbitkan diantaranya “Seri  Pendalaman  Materi  UN  Bahasa Inggris  untuk  SMK” yang diterbitkan Erlangga tahun  2010  dan  setelah  direvisi  ulang tahun  2015  diterbitkan  kembali. Wow  English is So Easy Kids tahun  2018, dan  Ready  to  English  jilid  1,2,3.  Seni  Mendidik  Anak  dengan  Tuntunan  Islami 2013.  Masuk  Surga  karena  Anak  2017,  Merawat  Harapan  tahun 2018  dan  The  power  of  Mother’s Prayers. Menulis  2 novel Hidayah "Kugelar  Sajadah  Cinta  tahun  2013, Perempuan  Terbungkas  tahun  2018, dan dua  buku  memoir  dengan judul Catatan  Hati  Menuju  Baitullah" dan " Semangat Menggapai Ridha Allah, 50 Tahun Pernikahan Emas." Satu  buku  Motivasi "The  Stories  of  Wonder  Women, " Satu buku pengayaan "Budi Pekerti  dan  Akhlak  Mulia" tahun  2018.

Beliau memiliki Motto  dalam  hidupnya, yaitu “Bersemangat  menggapai  ridha  Allah  dengan  berbagi  dan silahturahmi”.


Materi yang disampaikan oleh Bu Kanjeng pada malam ini dengan tema “Cara jadi Penulis”. Diawali dengan cerita pengalaman beliau memulai menulis diusia yang terbilang tidak muda lagi. Kegemaran membaca sejak usia SD menjadi modal untuk  menelorkan karya-karya dengan genre yang beragam. Menulis sudah menjadi kebutuhan bagi beliau, dalam sehari tanpa menulis rasanya seperti tidak lengkap hidupnya. Apa yang beliau tulis adalah pengalaman-pengalaman yang ada di sekitarnya, sehingga dikatakan bahwa tulislah apa yang anda alami, dan tulislah apa yang anda sukai.

Sebagai penulis pemula, tentunya saya ingin memetik banyak ilmu dari Bu Kanjeng. Benar apa yang beliau katakan, bahwa kadang disaat kita akan memulai sebuah tulisan kita malah mogok duluan, tiba-tiba mesin pikir kita terhenti, tidak tahu harus menulis apa. Saya sering mengalaminya, duduk di depan laptop ingin menulis namun bingung bagaimana caranya memulai, kalimat apa yang seharusnya saya tulis duluan. Disitulah mood saya untuk menulis kadang hilang.

Menurut Bu Kanjeng, menulis itu tidak perlu mencari ide. Sebenarnya, ide itu bisa datang darimana saja. Kita lah yang kadang kurang peka dengan kondisi disekitar. Apa yang kita alami, apa yang dialami oleh saudara kita, sahabat, siswa atau orang yang tidak kita kenal sekalipun yang ada di dekat kita, bisa diangkat menjadi sebuah tulisan. Dan tentunya keinginan berikutnya adalah ingin tulisan tersebut menjadi sebuah buku.

Bagaimana prosesnya agar tulisan itu bisa menjadi buku yang baik? menurut Bu Kanjeng, kita seharusnya bangun dulu mental atau keinginan kita yang kuat. Mengumpulkan ingatan kemudian kita tentukan tokoh dan karakter yang ada di setiap subjudul kemudian baru kita membuat outline atau daftar isi yang mau dijadikan subjudul.

Menulis sebuah buku, tentunya harus memiliki makna bagi pembaca. Diharapkan penulis memiliki pemahaman bahwa menebar pengetahuan dan mendialogkan kebenaran itulah bagian dari menulis buku. Dapat memberi inspirasi kepada orang lain adalah suatu hal yang sangat diidamkan oleh seorang penulis.

Sebuah tulisan tergantung irama yang diinginkan oleh penulisnya, karena pada prinsipnya menulis itu bagaikan dirijen mengatur irama lagu. Agar tulisan teratur dan tidak melebar ke pembahasan yang tidak sesuai tema, maka dalam menulis dibutuhkan sebuah outline. Outline adalah daftar isi atau bagian dari yang akan kita tulis biasanya berupa beberapa sub judul atau bisa juga ada bab 1 bab 2 bab 3 dan 4, akhirnya penutup. Jadi sebelum membuat outline, kita perlu mengumpulkan materi-materi yang akan mendukung tulisan kita.

Lalu bagaimanakah cara membuat outline? Ada tiga langkah untuk membuat outline, yaitu langkah pertama adalah memilih topiknya, kemudian yang kedua tentukan informasi yang akan disampaikan kepada pembaca, apakah tulisan tersebut bersifat reflektif, persuasive, atau informasi kepada pembaca yang berangkat dari penelitian. Dan yang ketiga yaitu outline harus fokus, agar tema yang kita tulis tidak bercabang. Setelah outline selesai, jangan pernah berniat untuk menggantinya karena itu adalah sebuah hal buruk terhadap suatu tulisan.

Untuk menjadi penulis yang hebat, kita perlu banyak membaca. Sehingga perbendaharaan kata yang kita miliki semakin kaya. Menulislah disaat ide itu muncul dan lakukan sebagai sebuah kebutuhan.



Tanggal pertemuan: 05 April 2021

Resume ke: 1

Tema: Cara Jadi Penulis

Narasumber:Dra. Sugiastuti,. M.Pd.

Gelombang:18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN UNGGULAN

MATERI 1

BENTUK-BENTUK MUKA BUMI Hampir sepanjang sejarah selama ratusan tahun kita telah mengetahui dan juga meyakini bahwa bentuk planet termasuk...