Selasa, 25 Mei 2021

Resume ke 12 Belajar Menulis

 MENJADI PROOFREADING


Kelas belajar menulis yang saya ikuti sudah memasuki pertemuan ke 15, banyak sudah jurus jitu cara menulis, menumbuhkan ide menulis, bahkan sampai pada cara menerbitkan buku. Sebagai peserta, saya diharuskan menuliskan resume setiap pertemuan. Namun, rupanya rasa malas masih selalu merajai hatiku sehingga saya terlalu sibuk santai menikmati hayalan tanpa aksi nyata menyelesaikan tugas-tugasku.

Pertemuan ke 15 yang dipandu oleh ibu Rita wati bersama narasumber Bapak Susanto,S.Pd. dengan tema Proofreading Sebelum Menerbitkan Buku. Baru hari ini saya buatkan resume. Tapi dalam hati selalu ada keinginanku untuk menyelesaikan semua resume di kegiatan ini.

Istilah proofreading adalah sebuah istilah asing di telingaku. Hal ini dikarenakan saya merupakan orang baru di dunia kepenulisan, dan jujur baru kali ini mendengar istilah tersebut. Saya lalu mencermati satu persatu kalimat yang mengartikan apa itu proofreading.

Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan, demikian menurut penuturan bapak kelahiran Kebumen tersebut. Kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan selesai, lanjutnya. Itulah alasan mengapa para penulis professional selalu menyarankan ketika kita menulis, tidak perlu memperhatikan kesalahan penulisan atau pengetikan, karena ada masanya kita melakukan proses perbaikan tulisan sebelum dipublikasikan .

Memperbaiki tulisan, terutama  pengetikan huruf yang salah sering kualami, dan itu sudah menjadi kebiasaan saya untuk memperbaikinya pada saat menulis. Ternyata hal tersebut adalah sesuatu yang keliru. Maka dengan imu yang saya dapatkan di pelatihan ini, mulai sekarang saya berusaha untuk mengetik saja dan hanya sesekali melihat ke layar laptop. Untuk menghindari keinginan memperbaiki ejaan.

Melakukan proofreading sesungguhnya kita akan bertindak sebagai seorang “pembaca” dan menilai apakah karya tulis kita sudah bisa dimengerti atau justru berbelit-belit. Harapannya, setelah melewati tahapan proofreading, karya kita bisa lebih mudah dipahami oleh pembaca, demikian menurut bapak guru kelas SDN Mardiharjo ini.

Proofreading berbeda dengan editing. Mengedit dan mengoreksi adalah langkah berbeda dalam proses merevisi teks. Pengeditan dapat melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi. Proofreading sangat penting dilakukan karena sebuah tulisan akan menjadi menarik setelah melalui proses ini.

Menurut "penerbit deepublish" ada  beberapaa langkah dalam melakukan pengeditan dan proofreading, yaitu :

1.   Pengeditan Konten : merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian adalah langkah pertama;

2.    Pengeditan Baris : merevisi penggunaan bahasa untuk mengomunikasikan cerita, ide, atau argumen seefektif mungkin. Ini mungkin melibatkan perubahan kata, frasa dan kalimat serta penyusunan ulang paragraf untuk meningkatkan aliran teks adalah langkah kedua;

3. Menyalin Pengeditan, memoles kalimat individual untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Salinan dari editor tidak mengubah konten teks, tetapi jika kalimat atau paragraf ambigu atau canggung, mereka dapat bekerja dengan penulis untuk memperbaikinya, ini adalah langkah ketiga;

4. Proofreading : cek ejaan, pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI, konsistensi nama dan ketentuan, dan perhatikan judul bab serta penomorannya.

     Aturan ejaan lainnya yang ada dalam PUEBI wajib kita pahami. Kesalahan pengetikan yang biasanya dianggap kesalahan kecil biasanya memberi dampak yang besar bagi pembaca. Terkadang pembaca merasa kurang menikmati tulisan karena adanya typo atau kesalahan dalam menulis, misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya.

Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya. Cara mudah untuk memeriksanya adalah dengan melakukan tindakan menekan tombol CTRL bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F). Lalu, ketikkan tanda koma. Maka akan muncul highlight teks dengan warna kuning. Kesalahan tersbut akan muncul dan kita pun bisa memperbaikinya.

Penulis adalah EDITOR PERTAMA sekaligus PROOFREADER PERTAMA. Sehingga penulis sebaiknya melakukan editing dan proofreading pada tulisannya sebelum tulisan tersebut diserahkan ke penerbit.



Tanggal Pertemuan : 7 Mei 2021

Resume ke : 12

Tema : Proofreading Sebelum Menerbitkan Buku

Narasumber : Susanto,S.Pd.

Gelombang : 18



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN UNGGULAN

MATERI 1

BENTUK-BENTUK MUKA BUMI Hampir sepanjang sejarah selama ratusan tahun kita telah mengetahui dan juga meyakini bahwa bentuk planet termasuk...