Senin, 12 April 2021

Resume ke 3 Belajar Menulis

 

DASAR PENULISAN

Pertemuan ketiga Belajar menulis gelombang 18, malam ini menghadirkan seorang pemateri yang sangat hebat, yaitu ibu Rita Wati, S.Kom. dari Bali dengan tema materi “Dasar Penulisan”. Membaca tema materi, saya menjadi antusias meskipun di rumah sedang ada hajatan, tetapi saya tetap berusaha untuk mengikuti materi meskipun belum bisa menuliskan resume secepatnya.


Pemateri malam ini, Ibu Rita berprofesi sebagai  Teacher, operator, writer, kurator dan blogger. Motto hidupnya adalah Setelah kesulitan pasti ada kemudahan dan Belajar sepanjang hayat. Saat ini Ibu Rita sedang menekuni dunia literasi dan blog dengan bergabung di Komunitas Belajar Menulis bersama Om Jay, AISEI Writing Club bersama Dr. Capri Anjaya,  Komunitas Sejuta Guru Ngeblog dan Komunitas Cakrawala Blogger Nasional.

Beberapa buku telah diterbitkan oleh beliau, diantaranya 3 buku solo pada tahun 2020 yaitu, 25 Trik Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku, Merajut Asa Sejak Belia dan 25 Tutorial Pembelajaran Daring dan Luring. Tahun 2021 Terbit Buku Solo Antologi Cerpen Tiara Buku duet bareng Prof Eko Indrajit tentang Manjemen Kelas Online  juga telah dinyatakan lolos tanpa revisi. Betul-betul hebat ibu pemateri.

Selain buku solo beliau juga ikut menulis di antologi Pena Digital Guru Milenial, Pesona Kearifan Lokal Nusantara, Kurikulum Ngumpet. Pengalaman menjadi kurator dalam buku antologi The Meaning Full True Stories, Senandung Guru 1 dan 2 dan  saat ini sedang menangani Pesona Nusantara (Antologi Khasanah Wisata Alam dan Sejarah Indonesia. Demikianlah profil pemateri, yang saya anggap sangat luar biasa karena dalam waktu yang singkat beliau bisa menerbitkan beberpa buku. Dan saya harus belajar untuk bisa seperti beliau.



Setelah perkenalan diri oleh pemateri, diajukanlah sebuah pertayaan yang berkaitan dengan menulis. Hal apakah yang menyebabkan Bapak/ ibu susah menulis? Ya, ada beberapa hal yang bisa timbul dari diri seorang penulis, seperti : Susah ide, miskin kosa kata, sulit merangkai kata, susah memulai, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri, merasa tulisannya jelek, dan merasa tulisan tidak layak untuk di baca. Nah, untuk membuang rasa itu maka penulis harus membuang jauh semua hal tersebut dan melakukan kegiatan menulis, menulis, dan menulis setiap hari.

Materi kemudian dilanjutkan lagi dengan memaparkan dasar kepenulisan. Dasar Kepenulisan menggunakan rumus 5W dan 1 H. Adapun unsur-unsur tersebut yaitu 5W1H meliputi What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa), Why (mengapa), How (bagaimana). Rumus ini biasa disingkat ADIKSIMBA “Apa DImana Kapan SIapa Mengapa Bagaimana.

Rumus 5W1H dapat dijabarkan sebagai berikut, Pertama What, yaitu peristiwa apa yang sedang terjadi? Apa dampaknya? apakah peristiwa tersebut menimbulkan kerugian?. Setelah itu Who, dalam 5W1H berperan memfasilitasi untuk memberikan informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang yang tulis, yang ketiga adalah When, yaitu kapan kejadian dari peristiwa yang diceritakan?, lalu Where, yaitu dimana kejadian/ peristiwa yang diceritakan, selanjutnya Why, adalah suatu peristiwa pasti terjadi bukan tanpa alasan, dan terakhir How atau bagaimana, yang digunakan untuk membantu pembaca memahami alur cerita. Nah, Jika telah terpenuhi ke 6 unsur tersebut maka tulisan kita akan mudah dipahami oleh pembaca.

Seorang penulis pemula terkadang melakukan kesalahan yang tidak disadari, kesalahan itu seperti sering menulis dengan paragraf panjang-panjang, tanda baca yang sering keliru, penggunaan kata yang masih banyak salah tidak menggunakan kata baku. Sehingga pemateri memaparkan beberapa tips menulis agar tulisan kita enak dibaca dan pesan dapat tersampaikan.

Pemateri tidak lupa memberi tips agar tulisan kita enak dibaca, yaitu penulis harus banyak membaca, karena dengan membaca selain menambah pengetahuan, kita juga akan menemukan ide untuk menulis dan memperkaya perbendaharaan kata kita, yang kedua terus berlatih menulis setiap hari dengan memperhatikan  tanda baca, kata baku dan pemenggalan paragrafnya, selanjutnya perhatikan paragraf pembuka, isi dan penutup. Buatlah opening yang menarik sehingga pembaca penasaran hingga tertarik untuk membaca tulisan kita begitu juga  dengan closing, lalu perhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), perhatikan kembali susunan kalimat yaitu  Subyek, Predikat, Obyek dan Keterangan tempat/waktu yang disingkat dengan (SPOK ). Setelah selesai menulis bacalah naskah berulang-ulang,

Di dalam menulis perlu diperhatikan media yang akan digunakan. Terdapat perbedaan menulis di media online seperti blog, facebook, instagram dan lain sebagainya dengan menulis untuk buku atau naskah resmi. Penulisan di media online kita bisa menggunakan paragraf pendek-pendek, sedikit koma dan banyak titik, karena dalam media online kita hanya memiliki waktu 3 menit saja untuk memastikan pembaca melanjutkan bacaannya. Jika menulis buku kita harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan yang benar. Nah, hal ini yang terkadang luput dari perhatian penulis pemula. Saya pribadi baru tahu bahwa ternyata terdapat perbedaan antara menulis di media sosial dengan menulis buku. Saya menjadi merasa semakin beruntung bisa bergabung di grup belajar menulis ini.

Selain hal-hal di atas, seorang penulis pemula juga perlu memperhatikan penggunaan huruf kapital/ besar, penggunaan kata depan di, dan penggunaan tanda seru. Namun hal ini dilakukan pada saat tahapan editing. Sehingga ketika menulis sebuah ide, memperhatikan huruf kapital dan tanda baca diabaikan dulu.

Materi malam ini sangat membantu saya sebagai peserta yang terbilang masih baru di dunia ke penulisan. Menjadi sebah motivasi diri untuk lebih meningatkan kompetensi dan mengisi kekurangan-kekurangan saya.

 Tanggal Pertemuan : 09 April 2021

Resume ke : 3

Tema : Dasar Penulisan

Narasumber : Rita Wati, S.Kom.

Gelombang : 18

1 komentar:

POSTINGAN UNGGULAN

MATERI 1

BENTUK-BENTUK MUKA BUMI Hampir sepanjang sejarah selama ratusan tahun kita telah mengetahui dan juga meyakini bahwa bentuk planet termasuk...